THE MEANING OF YOUR SMILE


 Suatu hari hiduplah seorang gadis yang hidup di suatu desa yang tenang dan tentram di sana, tanpa ada suatu apapun yang mengganggu ketenangan itu. Dengan terhuyung terkantuk kantuk dia berjalan menuju ke kamar mandi tak tahu dia hendak berbuat apa apa. Dan tiba tiba dia terjatuh begitu saja di depan kamar mandi. Hingga ayam berkokok di pagi itu dan jam menunjukkan pukul jam 06.00 dan terdengarlah teriakan yang taka sing lagi bagi warga sekitar,” Anaaaaaaa………!!!!!!!!!! Apa yang kamu lakukan di sini!!!!!!!!!” setelah mendengar suara itu pun gadis yang tadinya tertidur di depan kamar mandi itu terbangun dan terkejut, “ Ibu ? di mana saya ????” “ Di mana gundulmu nduk ……. Kamu itu di depan kamar mandi …….!!!!!! Dasar bocah gemblung masak setiap hari tidur di depan kamar mandi.” Setengah terheran heran gadis setengah tomboy itu bangun dan masuk menuju kamarnya. Gadis itu bernama Hanna Nur Jannah, teman kampung nya memanggilnya “Ana si tomboy”. Di kamarnya dia terheran heran seraya di dalam hatinya terucap “ Sedang apa aku tadi di depan kamar mandi ???? dan kenapa setiap hari aku selalu begitu??”
             Segeralah dia mengambil kaos oblong nya yang mungkin sudah 1 minggu tidak dia cuci, karena memang dia bukan orang yang suka mencuci, meski dia gadis tapi perilakunya bak preman yang selalu meminta jatah pada pedagang di pasar. Hingga hari itu tiba . . . . . Saat itu ada seorang pria datang ke kampungnya untuk melaksanakan semacam PPl selama 2 minggu di sana sebagai pengamat pertanian. Nama nya Andi wajah laki laki tersebut biasa biasa saja, tanpa ada kelebihan dari segi fisiknya, bahkan dia memakai kacamata. Saat dia berjalan untuk melihat pemandangan sawah di desa itu tidak sadar dia menabrak  Ana dan sontak Ana marah, lelaki itu tidak meminta maaf malah memarahi Ana “ Kamu itu wanita seharusnya berjalan yang anggun bukan kayak gtu jalan gag pakek mata, liat dong kalau jalan!!!” “ Kamu tu yang harusnya liat liat jalan ni jalan tu kecil dan kamu Cuma liat sawah gag liat jalan dasar laki laki kota gag tau aturan!!!!” setelah percakapan itu mereka saling membuang muka dan berjalan saling berlawanan arah, karena memang dari awal tujuan mereka berbeda.


            Diperjalanan si Ana sangat marah atas sikap pemuda tadi dengan langkah yang kesal sambil menendang batu dan akhirnya tuk…. Kena dech batunya itu ke kepala bapak bapak yang sedang bertani dan bapak tani tadi sempet menengok ke arah Ana. “Waduh bisa kacau nich , Lari …….” Sambil di kejar pak tani tadi si Ana lari dengan kencang nya membalik arah yang dia tuju tadi dan akhirnya Bruk!!!! Dia menabrak pemuda yang td di marahinya. Lalu mereka berdua jatuh kedalam  kubangan lumpur yang ada di sawah samping jalan…. setelah jatuh tangan Ana menutupi mulut Andi supaya tidak bicara dulu agar pak tani tadi tidak tau Ana ada di situ. Setelah pak tani yang td itu lewat tanpa tahu di mana Ana berada tangan Andi memegang tangan Ana dan melepaskannya dari mulut Andi ” Kamu apa apaan sich dasar, oh kamu lagi kamu lagi, udah nabrak ni kotor gara gara kamu baju ku kena lumpur dasar cewek aneh!!!” mendengar kata kata itu Ana marah “ Apa kamu bilang ??? aku cewek aneh kamu tu yang aneh baru kecebur lumpur kayak gitu ajh marah nya berlebihan !!!”
                    Di tengah tengah pertengkaran itu Pak Lurah datang dan melerai pertengkaran itu, dengan jalannya yang biasa ajh menginjak lumpur langkah demi langkah lalu dia berkata” Ono opo tho iki padu ae, mbok ya’o jadi warga yang rukun.” Lalu pak lurah memperkenalkan Andi ke Ana “ Ki lho na tak kenalke, pemuda iki jenenge Andi Mahasiswa Universitas Wijaya, yang mau mengadakan penelitian semacam PPl  di desa ini selama 2 minggu” “ Oooh, jadi nama mu Andi tho, Awas aja kalau cari masalah lagi sama aku!” ( sambil menunjukkan genggaman tangan) jawab Ana “ apa kamu bilang mencari masalah??? Halooo bukannya kamu yang cari masalah ???” lalu pertengkaran itu pun tak terhindarkan lagi. Dan pak Lurah berusaha melerainya lagi, akhirnya mereka berdua berpisah kejalan masing masing. “Punya warga kok gag ada yang rukun, yang satu tomboy yang satunya gagmau ngalah ….. pusing aku …” gumam pak Lurah. Dalam perjalanan pulang Si Ana menggerutu dan bergumam ” Dasar cowok gila …. Bisa nya Cuma marah marah, kan yang nabarak dia duluan, kenapa juga harus marah marah, kan aku juga kotor gara gara kejadian itu .” ”Dasar cewek gag tau aturan udah jalannya kayak cowok gagliat liat jalan lagi, gimana ya besok suaminya ???” ( sambil membayangkan laki laki berjenggotan dan tua )” apa seperti itu ya nanti suaminya ??? hahaha….”       
                    Hari pun berlalu, esok pun tiba diiringi suara kokok ayam yang merdu terdengarlah jeritan wanita yang tidak lain tidak bukan adalah ibu Ana yang sedang marah dengan si Ana yang merupakan alarm yang menggantikan suara kokok ayam yang begitu merdu. “ AAAAnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaaa!!!!!” (5X berturut turut ) tapi dasarnya bandel si Ana tidak juga bangun. Akhirnya Air dingin yang berasal dari sungai pun turun ke tubuh si Ana dengan di guyur ibunya. “ Ibu ini apa apaan sich bru tidur enak enak juga, ah ibu gag seru ….” “ Gag seru ???? dasar cah wedok gemblung, kie jampiro ndukkkkk !!!!!” pertengkaran yang biasa terjadi dan taka sing lagi bagi warga desa sana. Ana yang memang orangnya cuek dan masa bodoh akhirnya bangun dan menuju ke kamar mandi untuk sekedar mengganti baju tanpa mandi. Lalu dengan mengendap endap dia pergi keluar. Setelah sampai pagar luar dia masih melihat kea rah ibunya agar tidak ketahuan.
                    Dan tiba tiba ……… Glodak !!!!! “ Aduh …….. rusak semua donk barang ku !!!!!” “ Maaf kan saya mas saya nggak…” “ Apa!!! kamu lagi ???? kamu buntutin aku ya masak setiap hari ketemu kamu terus, dasar cewek gila !!!! rusak nich barangku…..” “ Keliatanya kamu dech yang buntutin aku, dasar cowok aneh …..” “ ya dah pergi sana kamu memang pembawa sial, kemaren bajuku kotor karena masuk lumpur, sekarang barangku rusak padahal kan ini alat untuk mensosialisasikan warga tentang irigasi yang baik.” “ iya dech maaf aku gag tau kok mana aku bantuin “ ( sambil mengambili barang yang tadi jatuh) “Ngomong – ngomong ini rumahmu ya ?” “ Ngapain tanya tanya segala ? “ “ Yaudah kalau gag boleh tanya maaf,” (sambil membuang muka) “ iya iya, hu’um ini rumahku “  setelah percakapan itu akhirnya Andi dan Ana menjadi sangat akrab.
                 Setelah selama 3 hari akrab hidup mereka seakan seperti sahabat yang telah dipertemukan setelah selama puluhan tahun berjauhan. Mereka menjalani hari hari dengan akrab, saat hari kelima datang yaitu tepatnya pada hari jumat sore Andi mengungkapkan perasaannya kepada Ana di sore itu setelah mereka melihat bola bersama di lapangan desa. “ Na, aku suka dan cinta ma kamu mau nggak kamu jadi pacarku …..” Tanya Andi di tengah tengah sawah dengan melihat indah nya suasana sore “Hmmm? …  “  “ kamu serius ndi ??” jawab Ana, “ Eh, enggak – enggak aku cuma bercanda kok Na …” “ ooh tak kirain serius ….” (Dengan wajah sedikit kecewa) “ emang kalau serius kamu mau Na ??” lanjut Andi “ Aku gag mau Ndi kalau Cuma bercanda dan gag serius …” “ Kalau serius Na ??” Tanya nya penuh pengharapan. “ Lha kamu serius gag ndi?” Tanya Ana balik “ Emmm….. Iya Na, aku sudah suka sama kamu sejak kamu nabrak aku dulu pertama kali kita ketemu “ terang Andi. “ Iya Ndi aku mau, aku juga suka sama kamu, karena kamu itu beda, mana ada laki laki nabrak perempuan malah marah marah, Tapi apa kamu mau nrima aku yang kayak gini Ndi ????” “ Aku suka kamu karena kamu apa adanya bukan karena kamu cantik atau apapun, tapi karena kamu itu beda, di balik kekasaranmu itu tedapat ketulusan hati yang penuh, jangan berubah ya Na …” ” Kamu juga merupakan cinta pertama ku Na, tolong meski ini cinta pertamaku jangan sakiti aku ya Na ??” lanjut Andi. “ Iya Ndi, aku juga mau jujur ini juga cinta pertamaku, aku sayang banget Ndi sama kamu, jangan tinggalin aku ya ? “
              Setelah percakapan itu mereka saling berpegangan tangan dengan mesra di temani suasana sore yang indah dan angina yang sejuk sayub. Setelah itu hari demi hari mereka habis kan dengan berdua. Sepak bola, makan jagung bakar, liat sawah, Mandiin kerbau dll. Mereka saling mencintai satu sama lain hingga seperti tiada batas antara mereka. Hingga tak terasa waktu Andi tinggal 2 hari lagi di desa ini karena dia harus pulang ke rumahnya yang berada jauh dari desa itu. Andi pun bertanya pada Ana “ Na…?” “ Iya sayang ….” “ Aku mau Tanya gi mana perasaan mu kalau besok aku meniggal …” “ Maksudmu yank ??” Tanya Ana balik. “ Kan kita sebagai manusia bisa setiap saat meninggal tinggal menunggu ni antrian kita saja “ jawab Andi, “ ….” Suasana tiba tiba hening dengan suara angina yang menerpa dedaunan. “ Yank, saat kamu Tanya kyk gtu hatiku rasanya kayak di tampar, yang pasti aku akan merasa sangat kehilangan orang yang paling aku cintai ” sambil memper erat pegangan tanganya ke Andi dan berkata kembali sambil meneteskan air mata “ Yank jangan bilang gtu lagi ya, aku gag mau kamu tinggalin secepat itu …. “ “ Iya sayang aku minta maaf ya Tanya kayak gitu ke kamu, maaf ya yank,”
              Setelah itu mereka kembali memandangi pemandangan sore di sawah di mana Andi mengungkapkan perasaannya ke Ana. Setelah itu Andi menanyakan tentang kepulangannya ke Ana “ Yank, aku besok pagi pagi benar mau pulang ke kota, karena tugasku di sini sudah selesai.” Dengan kaget Ana menjawab “ secepat itukah yank? Sejak pertama kali kita bertemu sampai saat ini kamu mau pulang?” “ Iya karena kuliah ku masih belum selesai, aku mesti harus menyelesaikan skripsiku, setelah itu aku janji aku bakal kembali ke sini lagi yank, aku janji.” “ Yaank, tapi aku masih kangen ma kamu aku gag mau kamu tinggalin aku di sini sendiri…” katanya sambil meneteskan air matanya. “ Yank, kamu percaya ma akukan? Aku gag akan pernah ninggalin kamu yank, meski kita terpisah oleh jarak yang amat jauh, tapi hati kita akan selalu dekat…” “ Iya yank, tapi …..” “ Yank, aku sayang banget sama kamu …” lanjut Andi. “ Yaudah yank, tapi aku besok kabari ya kapan kamu mau berangkat plng ??” jawab Ana “ Pasti yank aku pasti kabari kamu ….”
                Keesokan harinya tibalah waktunya Andi untuk pulang. Saat itu tepat pukul 04.00 dan Andi menunggu bis di depan balai desa sambil ditemani pak lurah dan warga yang ingin berterimakasih atas jasa Andi, kecuali Ana. Tahu seperti itu Andi pergi lari menuju kerumah Ana untuk berpamitan, dan Ana pun masih tak rela atas kepergian Andi, dan dia tidak mau menemui Andi. Setelah di bilang seperti itu Andi kembali ke balaidesa untuk menungggu bis dengan perasaan yang sedih diliputi rasa sakit nya. Dengan gontai dia berjalan menuju balai desa kembali untuk menunggu bis. Saat bis Andi datang tiba tiba “ Aaaaaaaaaaaannndiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!! Jangan tinggalin aku ………..” ternyata suara itu adalah suara Ana yang berlari sambil meneteskan air mata “ Ndi maafin aku ya, aku masih belum bisa terima kepergianmu tapi sekarang aku yakin kamu pasti akan kembali, jangan kecewain aku ya Ndi ??” sambil memeluk Ana Andi berkata “ Iya Na iyaaa, aku gag akan kecewain kamu aku akan menjaga cinta kita ….. selamay tinggal ya sayang ….” Sambil meneteskan air mata haru dan sedih “ Daaa sayang sampai ketemu lagi ya  Ilove you so much I will miss you…..”(sambil air mata membanjiri kedua pipi mereka berdua yang tak terbendung ) 

Komentar

Postingan Populer