Di Saat Langit tak setinggi apa kata orang

“Mengapa bintang bersinar , mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti” sepotong syair yang dibutuh kan untuk menggapai sebuah mimpi yang sempurna. Di sini aku adalah anak berusia kurang lebih 15 tahun, namaku Aliya Bintang Fathonah. Aku mempunyai cita cita sebagai seseorang yang bisa terbang melihat indahnya dunia, terbang melihat indahnya langit biru, tapi aku salah satu orang yang sangat benci terbang.Aku merupakan anak sulung dari sepasang suami istri yang kurang beruntung.  Aku siswa SMA N 45 kelas X di daerah Kalimantan tengah.
    Di sini aku hidup dengan kedua orang tua ku dan ketiga adik ku yang masih berumur tk hingga smp apabila mereka bersekolah.Namun sudah satu tahun ini ayah ku tercinta meninggal karena sakit paru paru yang sudah akut. Kejadian itu merupakan kejadian yang paling menyedihkan dalam hidupku. Orang yang selama ini menafkahi keluarga ku sekarang telah terbaring kaku di tanah. Yang saat ini bisa kulakukan adalah berdoa untuknya agar diterima di sisi Allah S.W.T dengan orang orang yang beriman lainnya. Aku bersama keluargaku tinggal di gubug tua yang sudah bocor rapuh dan tak layak huni sebenarnya. Hidup dengan kondisi seperti ini merupakan suatu bencana terbesar bagi bagi orang orang yang hanya berfikiran sempit. Padahal apabila mau untuk berfikir lebih dalam dan mau memaknai arti hidup dengan seksama, kita akan merasakan bahwa hidup dengan keadaan yang kurang beruntung seperti ini bukanlah halangan bagi kita untuk berkarya semaksimal mungkin. Bahkan dengan keadaan yang demikian inilah yang akan memacu kita agar terus berkarya dan mendapat apa yang kita inginkan.  Dan bersyukur lah bagi orang orang yang kurang beruntung seperti ku ini karena mereka telah di beri kesempatan oleh Allah S.W.T untuk menenang kan diri, merenung, dan di beri suatu tujuan untuk apa kita hidup di dunia ini yaitu bekerja dan beribadah. Karena kadang orang yang lebih punya uang dan cenderung kaya tidak mengerti sebenarnya hidup itu untuk apa dan apa tujuan mereka hidup.



       Bagiku hidup dengan keadaan seperti ini merupakan sebuah tantangan. Karena dengan hidup dengan keadaan seperti ini aku merasa memiliki tanggung jawab yang besar sebagai tulang punggung keluarga, dan aku merasa memiliki tanggung jawab untuk meraih cita cita yang selama ini ingin kucapai. Aku bersyukur dapat hidup dan terlahir sebagai anak dari orang tua ku, meski keadaan ku kurang beruntung dan serba keterbatasan namun mereka selalu memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup bagiku dan adik adikku. Menurutku itu lebih dari cukup dari pada kekayaan yang hanya bersifat sementara tanpa ada rasa kasih sayang sedikit pun dari orang yang sering kita sebut dengan orang tua. Meski aku memiliki tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga namun semangat ku tak turun untuk belajar, belajar dan belajar agar cita cita ku dapat kucapai dengan sempurna. Sambil sekolah akupun berjualan koran untuk memenuhi kebutuhan hidup keluargaku. Berjualan koran merupakan pekerjaan yang sangat aku senangi karena dengan berjualan koran aku dapat mengetahui apa saja yang terjadi di negara ini tanpa harus berlangganan koran.
benda yang paling aku gemari adalah koran. Koran merupakan sesuatu yang bisa membuka mataku tentang apa saja yang terjadi di kotaku maupun kota lain, dengan koran pula aku bisa menambah wawasanku tanpa harus membayar.

        Meski sang raja siang terus memancarkan sinar panasnya kepadaku saat berjualan koran tapi aku menikmati pekerjaan ini. Dengan begini juga secara tidak langsung aku membawa informasi penting untuk di ketahui oleh khalayak. Dan itu merupakan pekerjaan yang mulia. Meski kadang di sekolah aku di ejek teman teman " penjual koran, penjual koran, orang miskin !!!!" namun cemoohan itu kujadikan lagu penghiburku, dan sebagai pelecutku untuk menjadi yang lebih baik. Dan tak jarang pula aku membuat lagu cemoohan ku sendiri agar aku bisa termotivasi untuk lebih giat bekerja agar tak ada lagi yang mencemoohi aku sendiri. Awalnya aku marah jengkel bahkan ada keinginan untuk membunuh mereka yang mengejek ku. Namun setelah terbiasa dan akupun mencoba untuk berfikir lebih jernih lagi, kenapa Allah memberiku cemoohan seperti ini, setelah ku lihat lebih dekat sekarang aku mengerti apa arti cemoohan selama ini.Yaitu hanyalah supaya aku ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Dan langit tak setinggi apa yang dikatakan orang . Dan Allah SWT menciptakan makhluknya untuk berusaha beribadah dan menjalani cobaannya agar Allah SWT lebih mudah menjangkau kita. Dan karena Allah SWT sayang dan tahu bahwa kita sanggup untuk melewati semua itu. Meski aku masuk IPS namun itu bukan akhir dari cita cita ku, Karena Ips bukanlah suatu jurusan yang jelek atau membunuh seseorang. Yang penting adalah bagaimana aku bisa jadi yang terbaik di kelas IPS itu sendiri.
      Di balik semua kerja keras ku dan ibadah ku yang rajin hehe... aku bisa meraih peringkat 1 pararel di sekolahku dengan nilai yang memuaskan. Dan mengubah paradigma orang bahwa orang miskin itu bodoh. Dan di balik semua keberhasilanku itu selalu ada di belakangku dan mendukung ku dari belakang yaitu sahabat ku yang tidak memandang aku iskin atau kaya. Dan dia selalu emberi semangat kepada aku saat aku telah termakan oleh cemoohan teman - teman ku. Namanya Faizza nur axa, dia merupakan orang yang sabar cantik dan tentunya selalu ada saat aku senang ataupun sedih. Karena meski aku tergolong orang yang tegar namun aku tetap butuh dukungan seorang sahabat yang selalu ada saat aku butuh. Faizza, meski dia kaya namun tak seperti teman - temanku yang hanya memilih milih teman lewat kekayaannya saja. Aku merasa punya teman sejati baru sejak aku bertemu dengan faizza ini. Saat aku terjatuh bahkan terinjak injak, saat aku seakan mati rasa, hati seakan tak sanggup lagi untuk bangun faizza datang memberiku semangat dengan caranya sendiri.
          Dia seakan datang membawakan aku hadiah berupa suatu yang lebih dari suatu kekayaan, lebih indah dari bunga yang bermekaran saat musim semi, lebih berarti dari harta benda yang dimiliki oleh orang orang kaya. Faizza merupakan langit biru yang selalu membawa suatu kejutan apa yang akan membuat ku selalu ingin melihat dan menjaganya. Setiap orang pasti membutuh kan orang lain. Dan aku merasa aku sangat membutuhkan Faizza sebagai sahabat orang yang selalu ada saat aku butuh, saat aku sedih, dan tempat di mana aku membagi kebahagiaan ku. Di setiap keberhasilanku selain ada orang tuaku yang juga selalu mendukungku, namun juga ada faizza sahabatku. Setiap kali aku berdoa aku selalu berterimakasih pada Allah SWT karena Dia telah mengirimkan malaikat malaikat nya untuk menemani hidupku yang membantuku menjalani hidup ini. Akhirnya setelah kami berdua lulus SMA kami bisa masuk keperguruan tinggi yang sangat sangat kami idam idamkan yaitu adalah UGM, cita cita ku dan faizza sama yaitu aku ingin kuliah di bidang akutansi. 
         
Oleh : Muh.Rois.F.Izzata.L / XI is 4 / 19 SMAN3 ska
           Premulung RT I / VII sodakan laweyan
            izzatalaxamaxa@yahoo.co.id / 083866390561

Komentar

Postingan Populer