EMBUN DI PAGI HARI (Kisah Keadaan Alam yang Mengubah Seseorang)


Suara adzan yang merdu seakan bernyanyi nyanyi di telingaku, dan memerintahkanku untuk bangun. Sejuknya udara memasuki jendela dengan segarnya. Suara adzan yang bersaut sautan mulai terdengar dari kamarku dan mulai membangunkanku dari mimpi mimpi indahku. Ku buka mata ini mulai kulihat embun pagi yang menempel di jendela kamar ku. Dengan kondisiku yang masih setengah sadar aku berjalan menuju kamar mandi hendak mengambil air wudhu. Pelan pelan kuambil air wudhu yang dingin untuk membasuh wajahku. Setelah selesai aku mulai mengambil mukena dan pergi sholat ke mushola dekat rumahku. Hari ini merupakan hari minggu yang bias kubilang akan menjadi hari yang melelahkan. Karena saudaraku yang menyebalkan akan dating untuk berkunjung. Rumahku merupakan gubug kecil yang menurutku masih layak untuk ditinggali. Rumahku berada tepat di pinggir sawah jadi apabila aku ingin untuk pergi keluar untuk mencari udara segar tinggal keluar ke samping rumahku. Pemandangannya sangat indah. Tapi mungkin hari ini akan menjadi hari yang buruk. Saudaraku yang akan dating ini merupakan anak kota yang hidup di keluarga kaya.
      Dia terbiasa untuk bermalas malasan, ngegame, dan hal itu dilakukan dirumahnya. Dia takpernah sekalipun mau pergi keluar rumah. Terakhir dia ke rumahku yaitu sekitar 7 tahun yang lalu, dan waktu itu  dia mengeluh karena banyak nyamuk, bosen, gag ada game lah dll. Itu lah membuat aku sebal. Dan dulu dia juga sering merendahkan orang desa yang katroklah, gag tau teknologilah, dsb. Oh iya namaku Nurul Jannah gadis SMA yang suka berpetualang kemana kemari. Saudaraku yang akan datang namanya Charles Indigo orang kota yang sok cool. Aku tidak tau kenapa dia mau maen kesini, tapi kata ibukun sich karena Charles disuruh ibunya / tante ku untuk menghabiskan liburannya di sini. Umurku sekitar 16th, dan aku beragma islam. Yah seperti inilah hidupku anak gadis yang tinggal di desa yang menurutku tentram dan menyenangkan. Tapi mungkin dalam dua minggu ini akan berubah jadi bencana. Karena si Charles akan liburan di sini selama 2 minggu. Ibuku bilang dia akan datang pukul 07.00 dan aku tidak bersemangat dalam menghadapi hari ini tidak seperti biasa.
      Mungkin karena Charles yang akan datang kemari menurunkan semangatku untuk menghadapi hari ini. Setelah sholat aku mulai mandi, dengan air yang dingin aku mengguyur sekujur tubuhku.  Jam menunjukkan pukul 06.00 biasa aku mulai membantu ibu menyiapkan sarapan untuk skeluarga. Menunya biasa dan sederhana hanya tempe, tahu, dan sayur bening. Setelah itu tepat pukul 07.15 menit Charles dating beserta ibunya menggunakan mobil Toyota Alphard. Ibu Charles hanya mengantarnya sampai kerumahku lalu dia pamitan, karena Charles tergolong anak yang manja. Sesaat aku terkejut melihat penampilan Charles yang berubah sejak 7 tahun yang lalu. Celana jeans yang dia pakai, jaketnya, kacamatanya seakan dia menunjukkan bahwa dia adalah orang yang berjiwa petualang, Apalagi ransel yang dibawanya berwarna hijau tentara.
(bersambung …..)         
By: muh.rois firsya I.L
XIis4/19

Komentar

Postingan Populer