DAN ANGINPUN BERHEMBUS (Cerita tentang Kisah Cinta Anak Manusia yang Terjadi Tanpa Diduga)
Suara canda tawa orang di sekitar yang
menambah keramaian dan memecah suatu kesunyian. Membuat orang yang berada di
sana serasa merasakan suatu kesenangan dan kebahagiaan yang indah. Aku di sini
terduduk termenung memandangi ombak yang saling berlarian. Dan teringat sebuah
lirik lagu “ Mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia
berputar…..” dan tiba tiba terpecah karena lemparan batu yang mengenai
punggungku. Memecah ketermenunganku dan mengalihkan perhatianku kebelakang tubuhku, dan ternyata tidak ada
siapapun Cuma lemparan batu yang tak sengaja mengenai punggungku.
“Minggu, 01-04-12”
“ Aku dah mulai sayang sama kamu
sejak tumbuhan paku itu. . . Tapi, aku baru belajar mencintai kamu sekarang.
.”, “ Kalau aku kangen kamu aku akan menulis curhatan hatiku di sini di buku
ini. . . ”
Bingung, galau bin gamang mulai dari mana
aku harus bercerita. Semua ini muncul tanpa terduga dan tanpa direncanakan.
Sesuatu yang ku anggap special dan istimewa itu muncul secara tiba tiba. Hari
ini merupakan tempat di mana aku membuka lembaran kehidupan yang baru. Lembaran
yang dulu, telah rusak terkuak tercerai berai kuambil dan kubuang jauh jauh di
lautan luas. Dan hari ini aku mulai membuka lembaran yang baru dengan semangat
yang baru pula. Perkenalkan namaku “MUHAMMAD NUR FAIZ HIDAYAT” dan aku sering
di panggil Muhammad/Faiz/Nur/Hidayat. Semua bagian nama yang di berikan kedua
orang tuaku itu merupakan hadiah yang sangat istimewa bagiku. Di mana hampir
semua bagian dari nama itu bisa di jadikan nama panggilan. Umurku saat ini
telah mencapai 17 tahun, aku tinggal di suatu kota di Pulau Jawa. Kota
di mana menurutku termasuk kota yang paling indah, dengan angin, pohon dan
suasana yang sungguh nyaman. Aku bersekolah di suatu sekolah di kota ku namanya
SMAN Hari ini adalah hari di mana akhirnya aku libur setelah seminggu lamanya
aku bersekolah. Hari ini aku berencana untuk sejenak refreshing pergi ke waduk
bersama keluarga besar. Sebelum itu paginya aku berencana bersepedaan di car
free day, yang hanya sekedar meregangkan otot otot yang tegang karena setelah satu
minggu aku belajar terus menerus. Tepatnya pukul 04.30 aku terbangun dari
tidurku yang nyenyak oleh lantunan suara lembut nan indah dari muadzin yang
mengumandangkan adzan shubuh. Dengan wajah terkantuk kantuk ku berjalan keluar
menuju kamar mandi di temani dengan dinginnya angin di pagi hari yang mulai
masuk dan menusuk kulitku. Setelah ku ambil air wudhu aku bersiap siap untuk
pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat shubuh. Dengan suasana yang sepi
dingin ku berjalan untuk menyerahkan diriku sepenuhnya pada yang Maha Kuasa dan
berdoa pada Nya, suapaya mendapat hari yang cerah, dan dimudahkan untuk
menjalani hari ini. Aku berdoa menyembah, sholat kepada Nya seraya memohon
ampun dan mengucapkan semua Doa ku pada Allah SWT. Setelah semua itu selesai
kulakukan, tepat pukul 06.00 aku bersiap untuk melakukan rencana ku yang
pertama yaitu bersepeda di CFD( Car Free Day). Sejenak keberadaan ku di CFD ini
aku anggap juga sebagai penenangan otak dan proses penyantaian diri.
Di mana setelah 1 minggu aku memutar
otak belajar dan menghadapi berbagai masalah di sekolah maupun di rumah. Di
sana kulihat banyak orang orang yang bersepedaan, main bola, main catur dsb.
Hal yang paling aku benci di CFD ini yaitu banyaknya lembaga yang mengadakan
senam masal di tengah jalan yang terlalu memakan tempat sehingga lahan untuk pe
sepeda hilang bahkan hampir habis. Aku sangat menikmati sepedaan ku di CFD
hingga tak terasa aku telah bersepedaan selama 1 jam. Hingga hampir aku lupa
untuk pulang dan melaksanakan rencana keluargaku untuk pergi ke waduk. Dengan
terkaget melihat jam tangan ku yang menunjuk pukul 07.00 aku meningkatkan kecepatanku
untuk pergi pulang. Sesampainya di rumah aku di marahi seisi rumah, “
Nuuurrrr!!!! Dari mana aja di tungguin dari tadi enggak pulang pulang…..”
dengan jengkelnya seisi rumah membentakku. “ Iya iya maaf habis kelupaan di CFD,
seru sich…” elakku. “ Seru sih seru tapi jangan lupa keluarga dong di rumah” bantah
kedua adiku dengan jengkelnya. Setelah itu aku bergegas melepas sepatu yang
tadi kupakai CFD-an biar enggk bau hehehe… maklum biasa habis sepedaan kan
berkeringat. Dan tepat pukul 07.50 WIB kami berangkat menuju waduk dengan
mengendarai gerobak hitam Avanza. Diperjalanan aku sempat melihat pohon pohon
menari diterpa angin pagi. Serta kulihat pula rumput rumput yang melambai
diterpa angin menyambut kami, dan seakan berkata “ Selamat datang “ Sungguh pemandangan yang indah kurasa.
Kira kira sekitar pukul 08.00
WIB kami sampai di waduk di mana tempat yang tadi kami ingin tuju. Sesampainya
di sana kami di sambut dengan Pemandangan sungguh luar biasa bagus. Tapi sayang
seribu sayang selain pemandangan yang indah di sini juga terdapat sampah sampah
yang menumpuk sampai baunya selalu membuntuti dan masuk melewati kedua lubang
hidugku, tak kuasa aku menahan bau yang menyengat itu. Akhirnya aku yang semula
menginginkan untuk duduk di dekat pohon kuurungkan niatku karena sampah tadi
berada tepat di belakang pohon. Sebenarnya kami kesana tujuannya tidak sekedar
untuk menikmati pemandangannya yang indah namun juga untuk menikmati makan
pecel ndeso yang rasanya mak nyusss….. Kami di sana sambil makan berkumpul
cerita bercanda tawa sambil melihat indahnya waduk itu. Dan setelah sekitar 1
jam kami di sana kami berencana untuk pergi ke tempat yang lebih nyaman lagi.
Dan saat itu aku masih asik bicara dengan eyangku, tiba tiba hp ku berdering
tanda ada sebuah pesan yang masuk. Setelah
aku buka ternyata itu pesan dari Rofa. Rofa merupakan adik kelas sekaligus
orang yang membuat ku bersemangat lagi setelah sekian lama aku menjalani hidup
yang berat. Nama lengkapnya adalah “NABILA ROFA NUR HIDAYAH” Hampir sama ya
dengan nama ku hehehe…. Maka dari itu dulu saat masih jadi adik kelasku apabila
ada yang manggil nur dan kita ada di tempat yang sama pasti kita sama sama
berbalik menanggapi panggilan itu. Pagi itu dia mengirimi ku pesan singkat “
Assalamu’alaikum mas Faiz, gmn kbarnya ?” Rofa merupakan murid di suatu SMA di
kota ku. Aku balas pesan tersebut dengan rasa biasa karena aku juga
menganggapnya sebagai adikku sendiri “ Wa’alaikumsallam Alhamdulillah baik baik
kok dek, wah dah pulang ya ?”” Enggk mas ini kebetulan baru di jenguk habis
pengajian ….” Balasnya, “ Oke …” balasku
kembali, “ Mas di Smaga ada olimpiade tho ? “ “ Iya ada, emang kenapa dek ?” “ Gpp
kok mas Cuma tanya aja, ni temenku lagi di sana lomba …” “ owh … balasku
lagi….” Tanpa ku sadari selama perjalanan ku ke tempat yang di rencanakan
keluargaku aku terus sms an sama Rofa. Banyak hal yang kami bahas selama
perjalanan.
Rofa juga punya masa lalu yang sama
dengan ku yaitu dia di putusin sama pacarnya tanpa ku ketahui alasanya.
Setahuku kejadian itu sudah sekitar 3 bulan yang lalu. Kami sudah akrab sejak
aku berada di kelas 3 SMP, dan dulu sempat waktu awal dia masuk kelas 1 SMA dia
minta tolong aku untuk mencarikan tumbuhan paku yang dulu juga aku kira dia
meminta ku untuk mencari paku baja, hehehe ….. maklum habis hampir sama sich
namanya dan dia dulu juga tanyanya aku punya paku ndak, ya udah tak kira paku
bangunan. Sejak saat itu jg aku semakin akrab dengan Rofa meski kita hanya berkomunikasi
lewat facebook dan itupun jarang, tapi tanpa tahu penyebab nya kami semakin
menjadi akrab. Mungkin karena persamaan nasib yang kita alami berdua. Setelah
aku dan keluargaku berniat untuk pulang aku pun masih smsan dengan Rofa. Hingga
tepatnya pukul 01.00 siang atau sehabis dhuhur. Saat itu aku telah selesai
sholat dhuhur. Topik kita berubah yang tadi nya masalah sekolah sekarang
menjadi masalah masa lalu kami. Dengan rasa takut menyakiti hatinya aku pun
mulai bertanya “ Kamu gag ngabari mantan mu kalau kmu lagi di jenguk ?” dia pun
menjawab “ Enggak…” dengan rasa lega karena dia tidak marah aku pun mencairkan
suasana “ eh kamu kangen ya ma aku kok sms aku ?” dia pun menjawab pertanyaan
ku “ Maunya sich kangen sama kamu, tapi
takut sama pacarmu …” sejenak aku kaget mendengar jawaban rofa itu aku
merasakan sesuatu hal yang berbeda sejak Rofa menjawab sms ku tadi. Tapi aku
tidak tahu apa itu, tidak lama kemudian aku menjawab sms dari Rofa “ Aku tidak
punya pacar …” memang sejak sekitar 1 tahun yang lalu aku telah putus dengan
pacarku karena sesuatu hal. Dan Rofa pun membalas sms ku “ Mas kamu juga kangen
ya .. ma aku ??” sejenak aku terdiam membaca sms Rofa yang berkata seperti itu.
Dan setelah beberapa menit aku
berfikir, terdiam aku mulai merasakan perasaan yang berbeda dengan Rofa tapi
aku tidak tahu apakah perasaanku itu.
Lalu aku membalas smsnya “ Iya dech …. Hehe, Eh kamu nggak kangen sama mantan
mu ?” “ Enggak mas aku udah berniat membuka lembaran baru dalam hidupku ….”
Jawab nya. Untuk memastikan apakah yang di rasa Rofa sama dengan apa yang
kurasa aku menjawab smsnya mencoba mengungkapkan perasaanku kepadanya dengan
nada becanda agar Rofa juga tidak tegang “ Fa, gmn kalau kamu sama aku ajh
?hehehe…” lalu dia menjawab “ ehh??” aku menyimpulkan mungkin Perasaan Rofa
berbeda dengan apa yang kurasakan dan dengan rasa kecewa aku membalas sms nya “
Enggk2 Cuma bercanda ….” Dan diapun membalas sms ku “ Yach, Cuma becanda ya ??
yaudah…” membaca balasan sms nya yang seperti itu sesaat aku kaget karena dia
membalas sms ku seperti sedang merasa kecewa. Lalu aku berusaha untuk mencari
kepastian apakah rofa merasakan sesuatu hal yang sama seperti yang kurasakan yaitu
rasa cinta, dengan rasa deg deg an takut menyakiti hatinya aku membalas smsnya “
Emang kalau serius kamu mau ?”, “ Aku gag mau kalau gag serius ….” Jawabnya.
Lalu aku merasakan sesuatu hal yang berbeda. Aku mencoba terus mencari
kepastian tentang perasaan ini aku membalas sms nya dengan perasaan tegang “
Kalau serius ??” Lama dia tidak membalas sms ku. Aku terus menunggu jawabannya,
tentang apa yang dia rasakan sama seperti apa yang ku rasakan. Setelah setengah
jam aku menunggu balasan smsnya, aku akhirnya menerima balasan smsnya. Dengan
perasaan tegang, takut, dan dengan perlahan lahan kubuka sms itu ternyata
terdapat pesan yang berisi, “ Maaf mas td aku ketiduran….” Lalu aku membalas
smsnya lagi dengan perasaan kacau “ Iya dek gpp, trus gmn kalau aku serius apa
kamu mau jadi pacarku ?” lalu dia menjawab smsku “ Iya mas aku mau coba sama
kamu ……” Hati merasa senang membaca pesan yang berisi kepastian persamaan yang
aku rasakan dengan apa yang Rofa rasakan. Lalu dia mengirim sms ke aku lagi
yang berisi “ Aku dah mulai sayang sama kamu sejak tumbuhan paku itu. . . Tapi,
aku baru belajar mencintai kamu sekarang. .” Membaca pesan itu hatiku terasa
berbunga bunga ternyata apa yang kurasakan selama ini sama dengan perasaan Rofa.
Lalu aku membalas sms Rofa “ Emang saat tumbuhan paku itu ada apa ?” dan dia
membalas lagi sms ku “ Adadech ….. mas
mau tau ajh ….”
Bersambung ……
By: Muh.Rois Firsya Izzata L.
XIis4/ 19
Premulung rt I rw VII sondakan laweyan surakarta
By: Muh.Rois Firsya Izzata L.
XIis4/ 19
Premulung rt I rw VII sondakan laweyan surakarta
ku tunggu lanjutan ceritanya..
BalasHapusSiap... Ni bru otw....
Hapus