DAN ANGINPUN BERHEMBUS (Cerita tentang Kisah Cinta Anak Manusia yang Terjadi Tanpa Diduga)


         Suara angin yang berhembus yang menyebabkan pohon pohon menari dengan riang, serta matahri pagi yang tersenyum padaku. Di sini tempatku berada bukan lagi di hamparan luas yang tertumpah oleh tinta berarna hijau yang di hiasi oleh kicauan burung dan lantunan musik indah dari suara aliran sungai kecil. Meski begitu tempat ku berada sekarang merupakan tempat di mana aku bisa merasakan ketenangan yang sungguh menyejukkan hati. Dengan lantunan desiran ombak, dan hembusan angin yang semilir menyapa dan mencoba memasuki kulit dengan lembutnya. Desiran ombak yang saling mengejar merupakan suatu pemandangan yang sungguh menyenangkan. Dan suara burung burung pemakan ikan yang dengan lembutnya saling bersaut sautan. Pohon pohon yang bergoyang dengan irama yang pasti, dan pesir yang seakan menjadi karpet putih yang lembut yang siap untuk di tiduri.
        Suara canda tawa orang di sekitar yang menambah keramaian dan memecah suatu kesunyian. Membuat orang yang berada di sana serasa merasakan suatu kesenangan dan kebahagiaan yang indah. Aku di sini terduduk termenung memandangi ombak yang saling berlarian. Dan teringat sebuah lirik lagu “ Mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar…..” dan tiba tiba terpecah karena lemparan batu yang mengenai punggungku. Memecah ketermenunganku dan mengalihkan perhatianku  kebelakang tubuhku, dan ternyata tidak ada siapapun Cuma lemparan batu yang tak sengaja mengenai punggungku.   
“Minggu, 01-04-12”
“ Aku dah mulai sayang sama kamu sejak tumbuhan paku itu. . . Tapi, aku baru belajar mencintai kamu sekarang. .”, “ Kalau aku kangen kamu aku akan menulis curhatan hatiku di sini di buku ini. . . ”


          Bingung, galau bin gamang mulai dari mana aku harus bercerita. Semua ini muncul tanpa terduga dan tanpa direncanakan. Sesuatu yang ku anggap special dan istimewa itu muncul secara tiba tiba. Hari ini merupakan tempat di mana aku membuka lembaran kehidupan yang baru. Lembaran yang dulu, telah rusak terkuak tercerai berai kuambil dan kubuang jauh jauh di lautan luas. Dan hari ini aku mulai membuka lembaran yang baru dengan semangat yang baru pula. Perkenalkan namaku “MUHAMMAD NUR FAIZ HIDAYAT” dan aku sering di panggil Muhammad/Faiz/Nur/Hidayat. Semua bagian nama yang di berikan kedua orang tuaku itu merupakan hadiah yang sangat istimewa bagiku. Di mana hampir semua bagian dari nama itu bisa di jadikan nama panggilan. Umurku saat ini telah mencapai 17 tahun, aku tinggal di suatu kota di Pulau Jawa. Kota di mana menurutku termasuk kota yang paling indah, dengan angin, pohon dan suasana yang sungguh nyaman. Aku bersekolah di suatu sekolah di kota ku namanya SMAN Hari ini adalah hari di mana akhirnya aku libur setelah seminggu lamanya aku bersekolah. Hari ini aku berencana untuk sejenak refreshing pergi ke waduk bersama keluarga besar. Sebelum itu paginya aku berencana bersepedaan di car free day, yang hanya sekedar meregangkan otot otot yang tegang karena setelah satu minggu aku belajar terus menerus. Tepatnya pukul 04.30 aku terbangun dari tidurku yang nyenyak oleh lantunan suara lembut nan indah dari muadzin yang mengumandangkan adzan shubuh. Dengan wajah terkantuk kantuk ku berjalan keluar menuju kamar mandi di temani dengan dinginnya angin di pagi hari yang mulai masuk dan menusuk kulitku. Setelah ku ambil air wudhu aku bersiap siap untuk pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat shubuh. Dengan suasana yang sepi dingin ku berjalan untuk menyerahkan diriku sepenuhnya pada yang Maha Kuasa dan berdoa pada Nya, suapaya mendapat hari yang cerah, dan dimudahkan untuk menjalani hari ini. Aku berdoa menyembah, sholat kepada Nya seraya memohon ampun dan mengucapkan semua Doa ku pada Allah SWT. Setelah semua itu selesai kulakukan, tepat pukul 06.00 aku bersiap untuk melakukan rencana ku yang pertama yaitu bersepeda di CFD( Car Free Day). Sejenak keberadaan ku di CFD ini aku anggap juga sebagai penenangan otak dan proses penyantaian diri.
           Di mana setelah 1 minggu aku memutar otak belajar dan menghadapi berbagai masalah di sekolah maupun di rumah. Di sana kulihat banyak orang orang yang bersepedaan, main bola, main catur dsb. Hal yang paling aku benci di CFD ini yaitu banyaknya lembaga yang mengadakan senam masal di tengah jalan yang terlalu memakan tempat sehingga lahan untuk pe sepeda hilang bahkan hampir habis. Aku sangat menikmati sepedaan ku di CFD hingga tak terasa aku telah bersepedaan selama 1 jam. Hingga hampir aku lupa untuk pulang dan melaksanakan rencana keluargaku untuk pergi ke waduk. Dengan terkaget melihat jam tangan ku yang menunjuk pukul 07.00 aku meningkatkan kecepatanku untuk pergi pulang. Sesampainya di rumah aku di marahi seisi rumah, “ Nuuurrrr!!!! Dari mana aja di tungguin dari tadi enggak pulang pulang…..” dengan jengkelnya seisi rumah membentakku. “ Iya iya maaf habis kelupaan di CFD, seru sich…” elakku. “ Seru sih seru tapi jangan lupa keluarga dong di rumah” bantah kedua adiku dengan jengkelnya. Setelah itu aku bergegas melepas sepatu yang tadi kupakai CFD-an biar enggk bau hehehe… maklum biasa habis sepedaan kan berkeringat. Dan tepat pukul 07.50 WIB kami berangkat menuju waduk dengan mengendarai gerobak hitam Avanza. Diperjalanan aku sempat melihat pohon pohon menari diterpa angin pagi. Serta kulihat pula rumput rumput yang melambai diterpa angin menyambut kami, dan seakan berkata “ Selamat datang “  Sungguh pemandangan yang indah kurasa.


       Kira kira sekitar pukul 08.00 WIB kami sampai di waduk di mana tempat yang tadi kami ingin tuju. Sesampainya di sana kami di sambut dengan Pemandangan sungguh luar biasa bagus. Tapi sayang seribu sayang selain pemandangan yang indah di sini juga terdapat sampah sampah yang menumpuk sampai baunya selalu membuntuti dan masuk melewati kedua lubang hidugku, tak kuasa aku menahan bau yang menyengat itu. Akhirnya aku yang semula menginginkan untuk duduk di dekat pohon kuurungkan niatku karena sampah tadi berada tepat di belakang pohon. Sebenarnya kami kesana tujuannya tidak sekedar untuk menikmati pemandangannya yang indah namun juga untuk menikmati makan pecel ndeso yang rasanya mak nyusss….. Kami di sana sambil makan berkumpul cerita bercanda tawa sambil melihat indahnya waduk itu. Dan setelah sekitar 1 jam kami di sana kami berencana untuk pergi ke tempat yang lebih nyaman lagi. Dan saat itu aku masih asik bicara dengan eyangku, tiba tiba hp ku berdering tanda ada sebuah pesan yang masuk.  Setelah aku buka ternyata itu pesan dari Rofa. Rofa merupakan adik kelas sekaligus orang yang membuat ku bersemangat lagi setelah sekian lama aku menjalani hidup yang berat. Nama lengkapnya adalah “NABILA ROFA NUR HIDAYAH” Hampir sama ya dengan nama ku hehehe…. Maka dari itu dulu saat masih jadi adik kelasku apabila ada yang manggil nur dan kita ada di tempat yang sama pasti kita sama sama berbalik menanggapi panggilan itu. Pagi itu dia mengirimi ku pesan singkat “ Assalamu’alaikum mas Faiz, gmn kbarnya ?” Rofa merupakan murid di suatu SMA di kota ku. Aku balas pesan tersebut dengan rasa biasa karena aku juga menganggapnya sebagai adikku sendiri “ Wa’alaikumsallam Alhamdulillah baik baik kok dek, wah dah pulang ya ?”” Enggk mas ini kebetulan baru di jenguk habis pengajian ….” Balasnya, “  Oke …” balasku kembali, “ Mas di Smaga ada olimpiade tho ? “ “ Iya ada, emang kenapa dek ?” “ Gpp kok mas Cuma tanya aja, ni temenku lagi di sana lomba …” “ owh … balasku lagi….” Tanpa ku sadari selama perjalanan ku ke tempat yang di rencanakan keluargaku aku terus sms an sama Rofa. Banyak hal yang kami bahas selama perjalanan.
        Rofa juga punya masa lalu yang sama dengan ku yaitu dia di putusin sama pacarnya tanpa ku ketahui alasanya. Setahuku kejadian itu sudah sekitar 3 bulan yang lalu. Kami sudah akrab sejak aku berada di kelas 3 SMP, dan dulu sempat waktu awal dia masuk kelas 1 SMA dia minta tolong aku untuk mencarikan tumbuhan paku yang dulu juga aku kira dia meminta ku untuk mencari paku baja, hehehe ….. maklum habis hampir sama sich namanya dan dia dulu juga tanyanya aku punya paku ndak, ya udah tak kira paku bangunan. Sejak saat itu jg aku semakin akrab dengan Rofa meski kita hanya berkomunikasi lewat facebook dan itupun jarang, tapi tanpa tahu penyebab nya kami semakin menjadi akrab. Mungkin karena persamaan nasib yang kita alami berdua. Setelah aku dan keluargaku berniat untuk pulang aku pun masih smsan dengan Rofa. Hingga tepatnya pukul 01.00 siang atau sehabis dhuhur. Saat itu aku telah selesai sholat dhuhur. Topik kita berubah yang tadi nya masalah sekolah sekarang menjadi masalah masa lalu kami. Dengan rasa takut menyakiti hatinya aku pun mulai bertanya “ Kamu gag ngabari mantan mu kalau kmu lagi di jenguk ?” dia pun menjawab “ Enggak…” dengan rasa lega karena dia tidak marah aku pun mencairkan suasana “ eh kamu kangen ya ma aku kok sms aku ?” dia pun menjawab pertanyaan ku  “ Maunya sich kangen sama kamu, tapi takut sama pacarmu …” sejenak aku kaget mendengar jawaban rofa itu aku merasakan sesuatu hal yang berbeda sejak Rofa menjawab sms ku tadi. Tapi aku tidak tahu apa itu, tidak lama kemudian aku menjawab sms dari Rofa “ Aku tidak punya pacar …” memang sejak sekitar 1 tahun yang lalu aku telah putus dengan pacarku karena sesuatu hal. Dan Rofa pun membalas sms ku “ Mas kamu juga kangen ya .. ma aku ??” sejenak aku terdiam membaca sms Rofa yang berkata seperti itu.
         Dan setelah beberapa menit aku berfikir, terdiam aku mulai merasakan perasaan yang berbeda dengan Rofa tapi aku tidak tahu  apakah perasaanku itu. Lalu aku membalas smsnya “ Iya dech …. Hehe, Eh kamu nggak kangen sama mantan mu ?” “ Enggak mas aku udah berniat membuka lembaran baru dalam hidupku ….” Jawab nya. Untuk memastikan apakah yang di rasa Rofa sama dengan apa yang kurasa aku menjawab smsnya mencoba mengungkapkan perasaanku kepadanya dengan nada becanda agar Rofa juga tidak tegang “ Fa, gmn kalau kamu sama aku ajh ?hehehe…” lalu dia menjawab “ ehh??” aku menyimpulkan mungkin Perasaan Rofa berbeda dengan apa yang kurasakan dan dengan rasa kecewa aku membalas sms nya “ Enggk2 Cuma bercanda ….” Dan diapun membalas sms ku “ Yach, Cuma becanda ya ?? yaudah…” membaca balasan sms nya yang seperti itu sesaat aku kaget karena dia membalas sms ku seperti sedang merasa kecewa. Lalu aku berusaha untuk mencari kepastian apakah rofa merasakan sesuatu hal yang sama seperti yang kurasakan yaitu rasa cinta, dengan rasa deg deg an takut menyakiti hatinya aku membalas smsnya “ Emang kalau serius kamu mau ?”, “ Aku gag mau kalau gag serius ….” Jawabnya. Lalu aku merasakan sesuatu hal yang berbeda. Aku mencoba terus mencari kepastian tentang perasaan ini aku membalas sms nya dengan perasaan tegang “ Kalau serius ??” Lama dia tidak membalas sms ku. Aku terus menunggu jawabannya, tentang apa yang dia rasakan sama seperti apa yang ku rasakan. Setelah setengah jam aku menunggu balasan smsnya, aku akhirnya menerima balasan smsnya. Dengan perasaan tegang, takut, dan dengan perlahan lahan kubuka sms itu ternyata terdapat pesan yang berisi, “ Maaf mas td aku ketiduran….” Lalu aku membalas smsnya lagi dengan perasaan kacau “ Iya dek gpp, trus gmn kalau aku serius apa kamu mau jadi pacarku ?” lalu dia menjawab smsku “ Iya mas aku mau coba sama kamu ……” Hati merasa senang membaca pesan yang berisi kepastian persamaan yang aku rasakan dengan apa yang Rofa rasakan. Lalu dia mengirim sms ke aku lagi yang berisi “ Aku dah mulai sayang sama kamu sejak tumbuhan paku itu. . . Tapi, aku baru belajar mencintai kamu sekarang. .” Membaca pesan itu hatiku terasa berbunga bunga ternyata apa yang kurasakan selama ini sama dengan perasaan Rofa. Lalu aku membalas sms Rofa “ Emang saat tumbuhan paku itu ada apa ?” dan dia membalas lagi sms ku  “ Adadech ….. mas mau tau ajh ….”
Bersambung ……

By: Muh.Rois Firsya Izzata L.
      XIis4/ 19
     Premulung rt I rw VII sondakan laweyan surakarta            

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer