Air itu kering, Sungai itu kering, Tapi lihatlah semangat mereka yang tidak akan mengering

Musim kemarau pun datang tiap tiaap sungai mulai mengering, air mulai tak lagi mengalir, seakan tak ada lagi aliran air yang mampu membawa keidupan sekarang. " Musim kemarau yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir mengakibatkan warga di beberapa wilayah Kota Semarang, sulit mendapatkan air bersih. Salah satunya, warga yang berada di kecamatan Gunungpati, Semarang.  " ( VIVAnews) 
Keluhan tiap keluhanpun mulai terlontar, hujatan serta sarkasme kepada pemerintahpun tak lagi terhindarkan."Salah satu korban krisis air yang melanda di tengah musim kemarau tahun ini adalah hewan ternak. Salah satu daerah yang mengalami krisis air cukup parah adalah Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Krisis air di desa ini mengakibatkan ribuan orang yang tinggal di enam dusun sulit mendapatkan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan minum hewan ternak mereka." (TRIBUNPEKANBARU.COM, UNGARAN )


Hampir sebagian wilayah kota Semarang dibagian atas yang tak tersentuh layanan PDAM, kini mulai dilanda krisis air bersih akibat kekeringan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Gunung Papi, Kecamatan Tembalang, serta Kecamatan Mijen. " (indosiar.com) 

sebagian dari mereka pun mulai berkata dengan pasrah " Apa yang kami bisa perbuat jika tak ada lagi bantuan dari pemerintah.?" semua seakan merupakan kesalahan dari pemerintah yang tidak memberikan bantuan sepeserpun dengan adanya bencana ini.
 " Di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Semarang ini misalnya, sumur-sumur warga telah beberapa pekan terakhir ini mulai mengering. Untuk mendapat air bersih, warga tinggal mengandalkan satu sumber air bersih dari sendang yang dikelola kelurahan. Tiap hari warga harus antri untuk sekedar mendapatkan jatah dua derigen atau dua ember air bersih. Jatah air bersih terpaksa dibatasi karena debit air sendang untuk mengisi tandon ini kian menyusut drastis." (indosiar.com) 
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengutarakan baru-baru ada laporan dari kecamatan Pringapus bahwa enam dusun di Desa Jatirunggo mengalami krisis air bersih akibat kemarau ini. Melalui kecamatan itu pula, mereka meminta pengiriman air bersih." ( Kompas.com)
Pemerintahpun juga suda berusaha " Ya baru satu desa itu yang membuat laporan (kekeringan), yakni Desa Jatirunggo," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang, Joner Hutajulu, Senin (29/6/2015). ( Kompas.com) 
Tapi aku bangga dengan mereka segelintir orang atau bisa disebut sedikit orang yang tidak hanya berpangku pada bantuan pemerintah. meski sedikit harapan mereka, namun mereka masi tetap berusaha dengan sisa sisa tenaga mereka untuk mendapat sedikit harapan tersebut."Warga yang berada di enam RT wilayah tersebut, bahkan harus menempuh jarak beberapa kilometer untuk mendapatkan air yang menjadi kebutuhan sehari-hari mereka.

Syafii (36), warga RT 04/RW VI Kampung Deliksari Gunungpati, mengaku warga di wilayahnya telah merasa kesulitan air, sejak sejak dua minggu terakhir. 

Ironis, dia bersama warga lain bahkan harus mencari air di sumber air yang jaraknya hingga 1-2 kilometer dari rumah mereka. ( VIVAnews)
Syafei mengatakan harus setiap hari mengambil air bersih di sendang sebanyak empat jeriken. Jarak jauh dan medan yang terjal harus dilaluinya dengan mengendarai sepeda motor.

Suharni, (50), warga RT 02 RW 05, Kampung Deliksari, mengungkapkan, karena kesulitan mendapatkan air bersih, warga kampungnya harus bersusah payah mengambil air dengan membawa pikulan berisi dua ember 50 liter air menuju rumah masing-masing.

"Kalau mau mendapatkan air bersih buat minum setiap hari, ya harus membeli air di sendang seharga Rp 6 ribu per empat jeriken. Karena di sini hanya ada sumur tadah hujan. Airnya kurang bersih dan hanya bisa dipakai untuk mencuci baju dan mandi saja," kata Suharni.

Menurut Suharni, banyak warga memilih tidak tidur hingga larut malam demi mendapatkan stok air bersih. Dia berharap, Pemerintah Kota Semarang segera menyuplai bantuan air bersih agar krisis air di kampungnya kali ini bisa teratasi. 
"Kami harus berjalan kaki menuju sendang Gayam (sumber air) yang jauh, dengan membawa jerigen dan ember," ujar dia kepadaVIVAnews, Senin 8 September 2014.
Semangat bagi kalian yang berjuang untuk memenui kebutuhan air untuk masa depan anak anak kalian. Sehingga anak anak kalian lah yang kelak tau betapa sulitnya orang tua mereka mencari air, dan membenai apa yang harus di benahi terkait dengan air. 

Solusi : " Optimalisasi fungsi waduk yang ada disektar daerah semarang, sebagaimana fungsinya wadk merupakan tempat ntuk menympan air sebagai cadangan untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau seperti saat ini. Terdapat banyak waduk yang berada di daerah semarang. Sepert halnya waduk jati barang Semarang,jika fungsi waduk tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal maka inshaAllah permasalahan kekeringan yang ada di kota Semarang bisa teratasi. Dengan kapasitas sekitar 20,4 juta meter kubik air yang bisa ditempung oleh waduk jati barang, maka selain sebagai pencegah banjir dan tempat wisata, waduk jati barang juga bisa untuk mengatasi permasala kekeringan yang terjadi di semarang. Di buatkan pipa yang menyalur ke rumah warga yang kekeringan maka akan mempermudah warga dalam mengakses air tersebut. suda menadi kewaiban pemerintah untuk mensejahterakan rakyat. Bangkitlah pemuda pemudi semarang ditangan kalianlah masadepan semarang di pertaruhkan. Air bersih merupakan hak kita. Jaga dan disribusikan secara merata. 

 Seperti halnya komitmen Semarang  " Seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia yang sedang berkembang, berbagai masalah dan tantangan menghampiri kota Semarang. Pertumbuhan penduduk dan investasi membuat kota semakin sibuk. Problem tata ruang, pemukiman, kemacetan, menjadi hal yang harus dihadapi dengan serius agar kota Semarang tetap menjalankan fungsinya secara optimal.

Salah Satu komitmen kota Semarang untuk bisa beradaptasi dan tumbuh di antara permasalahan dan tantangan-tantangan itu adalah dengan menjadi bagian dari 100 Resilient Cities (100RC) Program, yaitu program dan jaringan kota-kota dunia yang bekerja sama untuk menyusun dan mewujudkan ketahanan kota. Semarang menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang menjadi bagian dari program ini, Semarang akan berdampingan dengan 99 kota lainnya dari 5 benua seperti San Fransisco, Rio De Jeneiro, Barcelona, MedellĂ­n, Porto alegre, Bristol, Glasgow, Rotterdam, Roma, dan lain-lain.
100RC diinisiasi oleh Rockefeller Foundation, dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kota dalam beradaptasi dan tumbuh di antara guncangan dan tekanan yang terjadi baik fisik maupun sosial. Diharapkan nantinya kota Semarang memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang sering menimpa kota Semarang seperti banjir, rob, tanah longsor, krisis air bersih, di samping problem sosial seperti pengangguran, kemiskinan, kawasan kumuh, dan lain-lain.
Keterlibatan ini cukup prestisius, karena dalam proses seleksinya ada lebih 700 kota yang mengirimkan aplikasi untuk diikutsertakan dalam program ini, namun sampai saat ini baru ada 67 kota yang terpilih, nantinya akan ada proses pendaftaran dan seleksi lagi sehingga lengkap menjadi 100 kota." ( http://100rcsemarang.org/artikel-3.xhtml) 


Komentar

Postingan Populer