Kamis, 10/07/2014 15:41 WIB Israel Pertimbangkan Serangan Darat ke Gaza Jika Diperlukan
Tel Aviv, - Angkatan Udara Israel tengah melancarkan operasi militer atas wilayah Gaza. Namun militer Israel mengingatkan bahwa opsi serangan darat ke Gaza pun masih terus dipertimbangkan.
"Lebih dari 20 ribu tentara cadangan telah direkrut namun serangan darat akan menjadi opsi terakhir jika kami menilai itu diperlukan," ujar juru bicara militer Israel, Letkol Peter Lerner seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/7/2014).
Sebelumnya kelompok Hamas telah melontarkan ancaman terkait kemungkinan serangan darat Israel ke wilayah Jalur Gaza. Diingatkan pejabat-pejabat Hamas, jika pasukan Israel masuk ke Gaza, maka para anggota kelompok Hamas akan mencoba menculik tentara-tentara Israel.
Atas serangan-serangan udara Israel ini, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri pun mencetuskan, Israel sedang bermain api. Zuhri mengingatkan, Israel tak bisa mengharapkan ketenangan dan stabilitas dengan terus dilancarkannya serangan-serangan tersebut.
Militer Israel menyatakan, para militan Gaza telah menembakkan sekitar 300 roket ke Israel sejak Israel mulai melancarkan operasi militer, yang diberi nama Operation Protective Edge pada Selasa, 8 Juli lalu.
Sejauh ini sudah sekitar 70 orang tewas dalam operasi militer Israel tersebut dan lebih dari 370 orang mengalami luka-luka. Di antara para korban tewas termasuk wanita dan anak-anak. Ini merupakan situasi terparah di Jalur Gaza sejak tahun 2012 lalu.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah mengingatkan, serangan-serangan roket terhadap komunitas Israel tak akan dibiarkan.
"Karena itu saya telah memerintahkan militer untuk memperluas operasinya terhadap para teroris Hamas dan terhadap kelompok-kelompok teroris lain di Gaza," cetus Netanyahu.
Komentar
Posting Komentar